Notification

×

Poros

Whats-App-Image-2023-04-03-at-18-46-33-1

Sport

iklan-admindesku

Indeks Berita

Whats-App-Image-2023-10-14-at-15-02-39-57158036

Hot Isue

Tag Terpopuler

Pj. Sekda Mengikuti Rakor TPID Tingkat Nasional , Yang Dilaksanakan Secara Virtual, yang dipimpin Mendagri.

Senin, 31 Oktober 2022 | Oktober 31, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-31T15:29:40Z


PorosSulteng-Palu-Rapat koordinasi Tim  Pengendalian  Inflasi  Daerah (TPID) tingkat nasional secara virtual, resmi dibuka dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhamad Tito Karnavian dari Kementerian Dalam Negeri.

Mendagri diawal arahannya menyampaikan, bahwa saat ini dibeberapa negara di dunia mengalami    krisis ekonomi inflasi yang pada akhirnya mengakibatkan demo terhadap Pemerintahanannya. Mendagri mengharapkan semoga kita di Indonesia bisa secara bersama mengendalikan inflasi, sebagaimana kita bisa mengatasi pandemi covid-19.

Pada periode  bulan September 2022 terjadi inflasi 1,17 % sehingga secara nasional year on year angka inflasi nasional mengalami kenaikan menjadi 5,95%. Indonesia saat ini masih bisa mempertahankan tingkat inflasi dibawah 6 %.

Komoditas yang dominan memberikan  andil naiknya inflasi yaitu bensin,angkutan umum,solar, angkutan antar kota, tarif roda 2 online dan tarif roda 4 online.

Serta salah satu komoditi yang mengalami kenaikan  harga yaitu beras.

Yang memberikan arahan pada rakor TPID secara virtual yaitu  Deputi Bapanas, Deputi BPS, Kemendag RI, Jam Datun Kejagung, Perwakilan Kementan, Kasum TNI serta Satgas Pangan Polri. Dan dihadiri pula secara virtual oleh Tim TPID Kabupaten/Kota se -Indonesia. 

Sementara itu setelah Rakor ditutup oleh Mendagri RI, pada kesempatan yang sama Pj.Sekprov Sulawesi Tengah DR. Rudi Dewanto,SE,MM,

Selaku Ketua Tim TPID Sulteng yang mengikuti Rakor TPID secara virtual di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, menyampaikan  apresiasi kepada TIM TPID Sulteng atas hasil inflasi Sulawesi Tengah yang aman terkendali.

Namun ada beberapa komoditi di Sulawesi Tengah yang mengalami kenaikan harga yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, bawang merah dan bawang putih. 

Indikasi awal penyebab terjadinya kenaikan komoditi tersebut di Sulteng adalah harga gabah dan biaya produksi yang meningkat, bahan baku, biaya pakan obat-obatan serta harga import bawang putihpun meningkat.

Untuk itu kepada para OPD terkait diharapkan bersama-sama menyikapi hal tersebut.

Turut hadir di Rakor tersebut unsur Forkopimda, BPKP, Tim  TPID Sulteng serta Kepala OPD terkait. 

Biro Administrasi Pimpinan/anas

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini