PorosSulteng-ToliToli – Warga Kota Cengkeh, kembali cemas. Kenangan banjir bandang pertengahan tahun 2017, yang pernah merendam dan merusak ratusan rumah warga di Kecamatan Baolan , bisa terulang. Sudah lebih sebulan, hujan deras dan angin kencang melanda Kabupaten Tolitoli. Sebagaimana yang diutarakan oleh seorang warga.
“Yang kami takutkan, ya ini, hujan terus. Kelurahan Tuweley paling sering langganan banjir,Demikian pula di jalan protokol, perkantoran dan gedung sekolah juga ikut terendam,” ungkap Siole, tokoh masyarakat Kelurahan Tuweley.
Upaya warga saat ini adalah senantiasa berjaga-jaga di malam hari, mengamati kondisi sungai Tuweley yang membentang di sepanjang pemukiman warga, Jika air meluap maka akan mengancam ribuan warga yang tinggal baik dirumah permanen maupun non permanen. Tapi, sambung siole, kami berharap pemerintah dan aparat juga siaga, melakukan upaya antisipasi dini sehingga bisa meminimalisir korban jika bencana terjadi. Sambung warga paruh baya ini.
Sebagaimana yang diutarakan Joko, warga Cendrawasih kelurahan tuweley, salah satu kawasan yang pernah terpapar banjir cukup parah di tahun 2017 silam, juga mengaku sangat khawatir.
"Rumah saya pernah hanyut saat banjir bandang tahun 2017 lalu, tersisa pondasinya saja, Pelan-pelan kami berusaha untuk bangkit dengan kemampuan yang ada, awalnya tinggal di pengungsian lalu pelan-pelan memperbaiki rumah,Kalau banjir lagi, kena lagi, ya kami hanya bisa pasrah,” aku Joko pasrah.
Hujan deras yang melanda Kabupaten Tolitoli dan terkhusus di Kecamatan Baolan dan sekitarnya membuat debit air Sungai Tuweley cepat naik. Saat banjir bandang tahun 2017, ketinggian air
sungai naik hingga setinggi atap rumah warga di sekitar bantaran sungai. Sementara, di lokasi lain, banjir bandang selain merendam perkantoran, gedung sekolah dan pemukiman warga, sisa lumpur ikut menghalangi aktivitas warga.
Pemerintah dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengungkapkan Yang paling dikhawatirkan adalah banjir, karena tahun 2017 itu yang paling parah, hampir lumpuh total, fasilitas rusak berat, rumah warga hanyut. Ungkap Nuralam Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli.
Pihaknya senantiasa siaga, bersiap untuk turun ke lapangan jika bencana terjadi. Mulai dari banjir, tanah longsor dan sebagainya. Ucapnya
Memang butuh penanganan yang luas, dan antisipasi dengan normalisasi sungai dan upaya lain. Kami juga minta warga waspada, khususnya yang tinggal di sepanjang sungai Tuweley.imbunya
(Adris)

