PorosSulteng-ToliToli– Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli (Dinkes) menyikapi target Kementerian Kesehatan RI agar di tahun 2030 Indonesia bebas penyakit Tuberkulosis atau TBC.
Mengacu pada WHO Global Tuberculosis Report tahun 2020, 10 juta orang di dunia menderita TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia.
TBC sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, atau TBC menyerang paru-paru.
Meskipun penanggulangan TBC telah dilaksanakan sejak lebih dari 70 tahun yang lalu Indonesia masih menduduki peringkat negara dengan beban TBC tertinggi ke-2 di dunia dengan jumlah kasus sekitar 845.000 per tahun, dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian per jam.
Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli Anjasmara didampingi Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Matalata Tanra menyebutkan, dari data kasus TBC di Indonesia tahun 2020 menunjukan sebagian besar kasus penyakit atau mencapai 67 persen terjadi pada usia produktif.
“Dari data tersebut, khusus di Kabupaten Tolitoli kami juga terus berupaya untuk menekan kasus TBC melalui pemeriksaan, deteksi dan screening secara berkelanjutan, serta edukasi kepada masyarakat baik melalui Dinkes ataupun di 15 puskesmas yang ada,” sebut Anjas.
Sambung Matalata Tanra. untuk mencapai target elminasi TB di 2030, maka diperlukan kerja sama semua stakeholder, pemerintah dan masyarakat umumnya.
“Kasus TBC ini sama dengan Covid-19, menyerang paru-paru. Karena itu, perlu kerja sama semua pihak bagaimana cara memutuskan mata rantai penyebaran penyakit menular ini,” tutur Kasi.
Dikomfirmasi Terpisah, Kepala Puskesmas Kombo, Kecamatan Dampal Selatan Yusuf Abdul Karim menyebutkan, dalam penanganan kasus TB, Puskesmas Kombo belum lama ini menggelar kegiatan screening kepada masyarakat di Kecamatan Dampal Selatan, meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, mengukur tinggi badan, berat badan serta edukasi kepada masyarakat terhadap kasus penularan penyakit TBC.
“Kami di Dampal Selatan akan terus berupaya mendeteksi dan mengedukasi masyarakat akan bahaya penyakit TBC, sehingga upaya bersama untuk mencegah penyakit menular bisa tercapi,” ujarnya. (Adris)

