Notification

×

Poros

Whats-App-Image-2023-04-03-at-18-46-33-1

Sport

iklan-admindesku

Indeks Berita

Whats-App-Image-2023-10-14-at-15-02-39-57158036

Hot Isue

Tag Terpopuler

Prof Zainal : Nilai Manusia Diukur Dari Dampak Positif yang Dirasakan Sekitarnya

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-04T15:40:11Z


PorosSulteng-Palu- Quotes Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag mengutip kalimat bijak dari seorang filosof asal Jerman, Johann Wolfgang von Goethe.


Goethe mengatakan untuk apa hidupku jika aku tidak berguna untuk orang lain.


Prof Zainal menyebut kalimat ini mengandung pesan moral yang mendalam. 


Bahwa nilai seorang manusia tidak diukur dari apa yang dikumpulkan untuk dirinya sendiri, melainkan dari sejauh mana keberadaannya memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.


Menurut Prof Zainal, pesan filosofis Goethe sejalan dengan prinsip religiusitas yang inklusif dan moderat.


Prof. Zainal menekankan bahwa kesalehan seseorang tidak boleh berhenti pada ritual peribadatan semata, namun harus bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang konkret.


"Ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada seberapa tinggi jabatannya atau seberapa banyak hartanya, melainkan pada seberapa besar manfaat kehadirannya bagi lingkungan dan sesamanya," ujar Rais Syuriyah PBNU itu.


Dalam bingkai moderasi beragama, Prof. Zainal menjelaskan bahwa menjadi manusia yang berguna berarti mampu menjadi perekat di tengah keberagaman. 


Baginya, setiap individu memiliki tanggung jawab moral untuk menebarkan kedamaian tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun ras.


"Agama hadir untuk memuliakan manusia. Maka, salah satu cara menjalankan perintah agama ialah dengan menjaga kedamaian, kerukunan, dan kesejahteraan orang lain," jelas Ketua FKUB Sulawesi Tengah tersebut.


Prof. Zainal mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat "menjadi berguna" sebagai gaya hidup sehari-hari.


"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Inilah esensi dari moderasi beragama, di mana perbedaan tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan memberikan manfaat," pungkasnya. 

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini