PorosSulteng–PALU,– Suasana haru menyelimuti pengumuman kelulusan seleksi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Sabtu, (11/07/2026). Perjuangan panjang Aldo Lambanga (19), pemuda asal Desa Padang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, akhirnya membuahkan hasil setelah dirinya dinyatakan lulus seleksi Calon Tamtama (Cata) PK TNI AD Gelombang II Tahun 2026. Keberhasilan ini diraih Aldo setelah empat kali berjuang mengikuti tes seleksi.
Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan di Kota Palu, tempat Aldo mengikuti seleksi di bawah Subpanpus Kodam XXIII/Palaka Wira. Ia tercatat sebagai peserta Kelas/Pok A dengan nomor 230.0043/CATA-II/2026.
Yang membuat kisah Aldo menyentuh hati adalah karena ia tumbuh sebagai anak yatim piatu. Ayahnya, Rauf Lambanga, dan ibunya, Siti Hajar, telah lebih dulu berpulang. Sejak saat itu Aldo diasuh oleh neneknya yang masih setia menemaninya sampai sekarang. Ia besar dalam pelukan kasih sayang sang nenek, juga dalam perhatian Ibu Hermin Lambanga, adik dari ayahnya, dan Ibu Rosmin, kakak dari ayahnya. Aldo adalah anak pertama dari tiga bersaudara, dan ketiganya laki-laki.
Karena kedua orang tuanya telah lebih dulu berpulang, Aldo tidak lagi memiliki sosok ayah dan ibu yang bisa hadir mendampingi di momen membanggakan ini. Namun, kehadiran Hermin Lambanga (adik kandung almarhum ayahnya) dan Rosmin Lambanga (kakak kandung almarhum ayahnya) menjadi pengganti kasih sayang orang tua yang menyaksikan langsung keberhasilan Aldo.
Bagi Aldo, kelulusan ini bukan hasil instan. Sebanyak tiga kali ia gagal dalam seleksi TNI AD, dan baru pada tes keempat inilah ia akhirnya dinyatakan lolos.
"Saya bersyukur sekali, ini bukan yang pertama saya coba. Tiga kali saya gagal, baru di tes keempat ini saya dinyatakan lulus. Saya ingat pesan orang tua saya sebelum mereka tiada, dan saya ingin buat bangga nenek yang sudah membesarkan saya. Ini bukan cuma kelulusan saya, tapi juga hasil doa keluarga saya," ujar Aldo.
Rasa bangga juga disampaikan Rosmin Lambanga, kakak kandung dari almarhum ayah Aldo, yang hadir langsung menyaksikan momen kelulusan keponakannya tersebut.
"Kami sangat bangga, seolah adik saya turut hadir di sini menyaksikan anaknya berhasil. Aldo anak yang kuat, meski sudah gagal berkali-kali dia tidak pernah menyerah. Ini bukan cuma kebanggaan untuk dia, tapi untuk seluruh keluarga besar kami," ujar Rosmin.
Kisah Aldo menjadi bukti bahwa keterbatasan keluarga dan kegagalan berkali-kali bukan penghalang untuk meraih cita-cita, selama ada ketekunan dan dukungan orang-orang terdekat.
(Wafiq)

