PorosSulteng–Morowali,– Kehadiran perusahaan di wilayah Morowali, khususnya di Kecamatan Bahodopi, dinilai membawa dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Salah satu persoalan yang kini mencuat adalah menumpuknya sampah di sejumlah titik.
Pantauan media di lapangan menunjukkan sampah berserakan di kawasan Bahomakmur dan Keurea. Tumpukan sampah terlihat jelas di tepi jalan, mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan warga.
Camat Bahodopi yang ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, (6/08/2026). menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan.
“Harusnya perusahaan bertanggung jawab soal pengelolaan sampah. Karena yang membuat banyak sampah itu disebabkan karyawan perusahaan yang tinggal di wilayah kos-kosan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan masyarakat asli Bahodopi yang masih memiliki pekarangan di setiap rumah untuk membakar sampah rumah tangga setiap sore, para pekerja pendatang cenderung membuang sampah sembarangan karena keterbatasan lahan.
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah kecamatan merencanakan pembangunan kawasan penampungan sampah.
“Di Desa Fatufia akan dibangun kawasan penampungan sampah organik maupun non organik,” lanjutnya.
Camat Bahodopi berharap semua pihak dapat terlibat dalam menjaga kebersihan.
“Semua pihak harus mendukung tata kelola sampah di Kecamatan Bahodopi. Pemerintah, masyarakat dan perusahaan juga harus berpartisipasi demi terwujudnya lingkungan yang bersih,” tegasnya.
Dengan adanya rencana tempat pembuangan di Fatufia dan peningkatan edukasi, diharapkan masalah sampah di Bahodopi dan sekitarnya dapat segera teratasi sehingga dampak negatif dari aktivitas perusahaan bisa diminimalkan.
(Sugiarto)

