Notification

×

Poros

Whats-App-Image-2023-04-03-at-18-46-33-1

Sport

iklan-admindesku

Indeks Berita

Whats-App-Image-2023-10-14-at-15-02-39-57158036

Hot Isue

Tag Terpopuler

Aliansi Solidaritas Mahasiswa Tolitoli Pertanyakan Kasus Penyerangan Sekret HMI

Sabtu, 01 April 2023 | April 01, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-04-04T11:45:57Z

 

PosorosSulteng-ToliToli– Aliansi Solidaritas Mahasiswa Tolitoli, menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Mapolres Tolitoli, Senin (27/03/2023).

Kedatangan puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Tolitoli, hendak mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan pelanggaran hukum penyerangan sekretariat Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Tolitoli, pada Senin (20/03/23) lalu, pada pukul 23.30 Wita. 

“Kami minta Polres Tolitoli transparan, dan kami minta penjelasan sudah sejauh mana penanganan kasus penyerangan kader HMI Tolitoli,” ungkap Ardan koordinator lapangan (korlap) sembari terus berorasi di depan Mako Polres Tolitoli sejak pukul 10.30 Wita. 

Dari pantuan awak media, aksi unjuk rasa diwarnai dengan pembakaran ban kendaraan roda empat yang menyebabkan kepulan asap tebal serta api, sebagai simbol bagi mahasiswa yang mengaku kecewa atas lambatnya penanganan kasus penyerangan tersebut.

Selain itu, dalam aksi ini sempat beberapa kali terjadi ketegangan antara mahasiswa dan petugas kepolisian yang berjaga, lantaran keinginan para mahasiswa yang mengingingkan agar bisa diberikan kebebasan masuk ke dalam Mapolres Tolitoli.

“Kami tidak anarkis, kami hanya mau semuanya dibolehkan masuk dan menanyakan sejauh mana penanganan kasus penyerangan, itu saja pak,” sambung Ardan yang juga ketua umum HMI cabang Tolitoli itu.

Menanggapi aspirasi mahasiswa, Kabag Ops Polres Tolitoli Kompol Alfius menegaskan, Polres Tolitoli hanya bisa  menginzinkan 10 orang sebagai perwakilan aliansi mahasiswa masuk ke dalam Polres, sebagai upaya bersama untuk menjaga kondusifitas serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat lainnya.

Upaya mediasi tidak berjalan mulus, meski sudah beberapa kali dipersilahkan masuk, namun sekumpulan mahasiswa ini bersikukuh untuk tidak masuk secara perwakilan, tetapi semua yang terlibat dalam unjuk rasa, diperbolehkan masuk.

Lantaran tidak adanya kesepakatan, peserta unjuk rasa akhirnya memilih untuk untuk membubarkan diri, dan berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa jilid 2, dengan jumlah peserta yang lebih besar lagi.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Tolitoli AKBP Ridwan Raja Dewa SIK menegaskan, selaku pengayom masyarakat, Polres Tolitoli telah menindaklanjuti dan memastikan kasus penyerangan terhadap kader dan sekretariat HMI telah ditangani hingga tuntas, sesuai aturan yang ada.

“Kasusnya sudah kita tangani dengan baik, bahkan lebih cepat. Kalau dibilang tidak transparan, dari sisi mananya, kami telah berusaha maksimal menindaklanjuti dan melayani semua laporan masyarakat, termasuk dalam kasus ini,” ungkap 

Kapolres via telepon.

Kasat Reskrim Iptu Ismail menambahkan, Polres Tolitoli setelah menerima laporan penyerangan terhadap kader HMI, kurang dari 24 jam tim penyidik berhasil mengamankan 3 orang terduga pelaku yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penahanan terhadap ketiganya, dan saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman dan diupayakan dalam pekan ini berkas perkaranya sudah bisa sampai tahap I ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tolitoli.

“Sebaliknya salah satu dari ketiga terduga pelaku ada yang merasa jadi korban dari kejadian tersebut, bahkan salah satu jari tangannya patah, sehingga yang bersangkutan juga membuat laporan polisi, atas laporan polisi tersebut penyidik juga tentunya melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” ungkap Kasat reskrim.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kader HMI cabang Tolitoli diserang oleh sekelompok orang tak dikenal, Senin (20/3/2023).

Akibat kejadian ini, salah seorang Kader HMI atas nama Ade Ramadhan mengalami luka lebam di bagian wajah.

Seorang saksi mata yang juga Kader HMI mengaku melihat sekelompok orang tak dikenal berboncengan sepeda motor datang dan tiba-tiba melakukan pemukulan, hingga salah seorang kader HMI mengalami patah di bagian lengan dan memar di wajah. 

Pelaku penyerangan diperkirakan berjumlah 10 orang, 3 di antaranya berhasil diamankan polisi. Ketiga pelaku kini berada di ruang tahanan Polres Tolitoli, sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran. (adris)

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini