Notification

×

Poros

Whats-App-Image-2023-04-03-at-18-46-33-1

Sport

iklan-admindesku

Indeks Berita

Whats-App-Image-2023-10-14-at-15-02-39-57158036

Hot Isue

Tag Terpopuler

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Transmigrasi, Parigi Moutong Bersiap Menuju Proyek Strategis Nasional

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-04T11:38:31Z


PorosSulteng–PARIGI MOUTONG - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menindaklanjuti program hilirisasi dan pengembangan ekonomi di wilayah transmigrasi. Langkah strategis ini diperkuat melalui kunjungan kerja Direktur Perencanaan Teknis, Pengembangan Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Transmigrasi RI, Dr. Andy Wijaya, yang diterima langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, di Kecamatan Mepanga, Rabu (3/6/2026).


Kunjungan ini merupakan respons cepat pusat setelah sebelumnya jajaran Pemkab Parigi Moutong melakukan audiensi langsung dengan Menteri Transmigrasi di Jakarta. Fokus utama kolaborasi ini adalah mendorong kawasan transmigrasi Parigi Moutong agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).


Dalam dialog yang berlangsung hangat, Dr. Andy Wijaya menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi di bawah kepemimpinan baru membawa paradigma “Transmigrasi Reborn”.


“Paradigma kami telah berubah. Jika dulu fokusnya hanya memindahkan penduduk, saat ini orientasinya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. Kita ingin status sosial dan kesejahteraan masyarakat transmigrasi meningkat secara nyata,” ujar Andy.



Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Transmigrasi meluncurkan 5 program strategis yang akan disinergikan di Parigi Moutong, di antaranya:


Trans Tuntas: Menjamin kepastian hukum dan percepatan penerbitan sertifikat lahan bagi warga transmigrasi yang belum selesai.


Trans Gotong Royong: Membangun kawasan berbasis kolaborasi multi-pihak, termasuk melibatkan akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk riset serta penyusunan dokumen pengembangan komoditas unggulan.


Trans Patriot: Mobilisasi SDM unggul untuk pendampingan masyarakat. Tahun ini, tim Unair dijadwalkan turun selama 4 bulan untuk mendongkrak produktivitas peternakan ayam di kawasan Bahari Tomini Raya.


Trans Karya Nusa: Fokus pada hilirisasi dan industrialisasi komoditas lokal melalui konsep circular economy (ekonomi sirkular), seperti optimalisasi potensi durian, kakao, dan kelapa dalam yang memiliki pangsa pasar besar hingga ke China.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, menyambut baik dan menyatakan kesiapan daerahnya untuk menyuplai data-data pendukung yang diperlukan guna melengkapi usulan PSN kepada Menteri Transmigrasi.


"Masuknya PSN ini menjadi harapan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Kami segera menyiapkan seluruh data teknis pendukung agar rencana besar bersama Kementerian Transmigrasi ini dapat benar-benar terwujud di bumi Parigi Moutong," tegas Bupati Erwin.


Di sela-sela kunjungan kerja tersebut, momentum penguatan ekonomi langsung diwujudkan melalui penyerahan bantuan bibit kelapa dalam untuk pengembangan lahan seluas 300 hektare. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Erwin Burase didampingi Dr. Andy Wijaya kepada perwakilan 16 kelompok tani penerima manfaat.


Bupati Erwin menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan rakyat sekaligus menaikkan taraf hidup para petani lokal.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya, menjelaskan bahwa program hilirisasi ini bersumber dari dukungan Kementerian Pertanian.


Para penerima manfaat tersebar di enam kecamatan, yakni Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu. Setiap hektare lahan mendapatkan alokasi komprehensif berupa:

110 bibit kelapa dalam unggul, 330 kg pupuk organik granula untuk fase pertumbuhan awal, Bantuan biaya penanaman sebesar 15 HOK (Hari Orang Kerja) yang ditransfer langsung ke rekening kelompok.


"Tahun 2026 ini Kabupaten Parigi Moutong mendapatkan total alokasi 500 hektare dari Kementerian Pertanian. Tahap pertama seluas 300 hektare direalisasikan hari ini, dan untuk tahap kedua seluas 200 hektare, dokumen CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) sudah siap untuk dieksekusi pada semester II nanti,"  pungkas Dadan.


Melalui sinergi lintas kementerian dan penguatan komoditas lokal seperti durian dan kelapa, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong optimistis kawasan transmigrasi di wilayahnya akan menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi. 


×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini