Peninjauan difokuskan pada 6 desa terdampak, yaitu Desa Lobu Mandiri, Pombolowo, Dolago Padang, Masari, Tolai Induk, dan Lebagu. Pada kesempatan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada 65 kepala keluarga terdampak serta meninjau langsung kerusakan infrastruktur berupa jembatan, jaringan irigasi, dan saluran air di sejumlah titik.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Parigi Moutong, banjir berdampak pada 402 kepala keluarga atau 903 jiwa yang tersebar di 12 desa di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Parigi, Parigi Barat, Parigi Selatan, Torue, dan Balinggi.
Selain dampak banjir, pendataan kerusakan akibat gempa bumi juga mengalami peningkatan. Jumlah rumah rusak tercatat 92 unit, naik dari data awal 11 unit. Seluruh warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
Sebagai respons cepat, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menetapkan sejumlah langkah prioritas penanganan, meliputi:
1. Percepatan perbaikan jalan, jembatan, dan tanggul yang rusak
2. Antisipasi potensi penyakit pascabanjir
3. Penyediaan jalur alternatif jika akses utama terputus
4. Identifikasi penyebab banjir sebagai dasar penyusunan mitigasi jangka panjang
Bupati Parigi Moutong menegaskan, seluruh penanganan dilakukan secara terpadu agar pemulihan berjalan maksimal.
"Penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi agar pemulihan di seluruh wilayah dapat segera tercapai," tegas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama BPBD dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan di lapangan serta memperbarui data secara berkala.

