Upacara diikuti para bintara dan satu perwira. Perwira yang naik pangkat adalah kepala seksi (Kasi) di lingkungan Polres Sigi, AKP Nuim Hayat, S.H., dari Inspektur Satu (Iptu) menjadi Ajun Komisaris Polisi (AKP).
Turut hadir Wakapolres Sigi Kompol Wawan Setyono, S.H., M.H., para Kabag, Kasat, perwira, serta Ketua Bhayangkari Cabang Polres Sigi Ny. Ayu Ritonga bersama pengurus. Suasana berlangsung sederhana namun khidmat.
Dalam amanatnya, Kapolres Sigi menegaskan kenaikan pangkat bukan hak otomatis, melainkan bentuk apresiasi pimpinan atas prestasi, dedikasi, loyalitas, dan rekam jejak personel yang bersih dari pelanggaran.
“Pangkat adalah simbol kemampuan dan kewibawaan. Semakin tinggi pangkat, semakin berat tanggung jawab yang dipikul. Saya berharap rekan-rekan yang naik pangkat menjadi Bhayangkara sejati: anti KKN, anti kekerasan, dan penegak hukum yang profesional,” tegas AKBP Kari Amsa.
Usai upacara, Kapolres menyampaikan pesan informal kepada personel. Ia mengingatkan pentingnya menghargai tiga sosok perempuan dalam hidup anggota Polri: ibu, istri, dan anak perempuan. “Di balik sukses karier rekan-rekan, selalu ada dukungan tulus dari mereka,” ujarnya.
Acara ditutup dengan ucapan selamat dan sesi foto bersama Kapolres beserta istri, Wakapolres, para PJU, dan seluruh personel yang naik pangkat.
Tradisi siraman yang biasanya mewarnai kenaikan pangkat tahun ini digelar lebih sederhana. Hal itu menyesuaikan kondisi Kabupaten Sigi yang masih berstatus terdampak gempa bumi 16 Juni 2026 lalu. Prosesi siraman tetap dilaksanakan secara simbolis oleh perwakilan personel, sebelum mereka berfoto bersama keluarga yang hadir menyaksikan momen tersebut.

