PorosSulteng–Palu,– Gelombang Penolakan rencana pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa (PW IKA PMII) Sulawesi Tengah yang diketuai oleh Rahmawati dan Sekretarisnya Sahran Raden saat ini menjadi sorotan setelah mencuatnya informasi bahwa keduanya telah menyelundupkan figur non-kader ke dalam jajaran pengurus strategis. Kamis,(25/06/2026).
Agenda pelantikan yang akan direncanakan berlangsung di Hotel Grand Syah, Jl. Cik Ditiro, Kota Palu pada Ahad, 28 Juni 2026 mendatang kini terancam boikot.
Keduanya diduga telah melanggar aturan organisasi (AD/ART) sebagaimana ditemukanya pencantuman nama oknum yang diduga kuat bukan merupakan kader PMII kedalam struktur kepengurusan.
Hal tersebut menjadi sorotan setelah munculnya 2 nama yakni Nanang Kosim dan Asni Karim dalam daftar draft struktur kepengurusan (SK) yang mereka yakini keduanya tidak melewati sejumlah jenjang pengkaderan sebagai proses sebelum menjadi bagian dari organisasi.
Kordinator Aliansi Penyelamat Marwah IKA PMII Sulteng, Romansyah, membongkar praktik yang diduga mencederai sistem pengkaderan formal organisasi tersebut.
"Kader di bawah menjerit melihat realita ini! Marwah IKA PMII Sulteng hancur lebur karena syahwat politik segelintir Oknum. Bagaimana mungkin rumah besar tempat berhimpunnya para alumni pergerakan justru disusupi oleh orang luar yang tidak pernah mengikuti Mapaba, PKD, atau PKL? Ini adalah penyelundupan ilegal dan kami menolak keras pelantikan tersebut!" ungkap Romansyah dengan tegas.
Menyikapi pelanggaran tersebut, Maka Sejumlah Alumni Senior, Kader PMII, Aliansi yang tergabung didalamnya mengeluarkan beberapa poin pernyataan sikap yang berbunyi sebagai berikut:
1. Membatalkan agenda pelantikan IKA PMII Versi Fathan Subchi. Karena tidak memiliki legalitas Hukum yang Sah.
2. Menolak segala bentuk Aktivitas kegiatan, atribut, dan klaim sepihak yang mengatasnamakan IKA PMII dibawa kepemimpinan Fathan Subchi.
3. Mengecam keras Ketua dan Sekretaris yang secara sepihak memasukan Oknum-oknum non-kader kedalam jajaran pengurus struktural.
4. Mengecam sikap Ketua dan Sekretaris menyalahi konstitusi organisasi. Sikap tersebut merupakan pelanggaran nyata AD/ART dan mencederai dedikasi, loyalitas para kader yang telah berproses dari bawah.
5. Membatalkan semua rangkaian Kegiatan IKA PMII SULTENG versi Fathan Subchi, jika tidak dilakukan maka PW IKA PMII Sulteng versi Fathan Subchi telah berbohong dihadapan Allah SWT karena membiarkan pelanggaran terjadi, walaupun data dan fakta telah diberikan oleh alumni lainnya.
Adapun IKA PMII Kabupaten Tojo Una-una Sulteng, Radun, menilai tindakan yang dilakukan oleh Ketua dan Sekretaris sebagai bentuk pengkhianatan nyata terhadap ideologi PMII dan nilai pergerakan.
"Ini bukan lagi sekadar khilaf organisatoris, ini adalah pengrusakan tatanan secara vulgar. IKA PMII Sulteng diduga sengaja digadaikan dan dijadikan kendaraan politik Praktis bagi oknum. Kami menduga ada barter kepentingan pragmatis yang mengorbankan keringat para kader murni," ungkapnya.
Secara tegas, Radun menyatakan bahwa gerbong kader akar rumput siap mengepung dan memblokade lokasi acara jika panitia tetap memaksakan pelantikan IKA PMII yang tidak mempunyai kedudukan hukum yang sah, Dan menyalahi aturan organisasi.
"Jika acara pelantikan di ahad nanti tetap dipaksakan pelantikan maka kami pastikan akan terjadi pemboikotan besar-besaran kami lakukan. Hal ini kami lakukan semata-mata demi menjaga organisasi tempat berhimpunnya para alumni benar-benar terjaga martabatnya. Jangan hanya karena kepentingan politik oleh oknum-oknum tertentu sehingga memaksakan pelantikan" pungkas Radun.
Hingga rilis berita ini diterbitkan, baik Ketua maupun Sekretaris belum memberikan pernyataan resmi ataupun klarifikasi terkait tudingan serius mengenai penyelundupan non-kader tersebut.
(Pewarta Alwi)

