PorosSulteng–SIGI– Belum genap dua minggu menjabat, Kapolsek Biromaru Polres Sigi AKP Rudi Cornelis, S.H., M.H. langsung menegaskan komitmennya: melayani tanpa pilih kasih.
"Masyarakat itu sebagai majikan kita. Siapapun dia, kita tidak memilih. Kita yang melayani," tegas AKP Rudi saat ditemui di Kantor Polsek Biromaru, Jumat (5/6/2026).
Latar Belakang Penugasan
Putra asli Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai ini memulai karir di kepolisian sejak 1995–1996 di Polres Donggala. Lulus Sekolah Inspektur Polisi Angkatan 40 Sukabumi pada 2011, ia pernah menjabat di Direktorat Samapta, Kapolsek Witaponda Polres Morowali, Kanit Lantas, KBO Lantas, hingga Kasubag Ops Polres Palu sebelum ditugaskan di Biromaru.
"Setiap wilayah itu beda. Beda karakter dan budayanya. Ketika masuk tempat baru, saya selalu mulai dari nol lagi," ujarnya.
Tujuh Hari Pertama: Petakan Masalah, Turun ke Warga
Di minggu pertama, AKP Rudi langsung membedah data kasus dan peta wilayah. Hasilnya: kasus penganiayaan menonjol di Biromaru, mayoritas dipicu miras dan narkoba.
"Narkoba sudah menyebar. Dari situ banyak terjadi pencurian untuk beli narkoba. Ini harus ditangani dengan strategi baru," jelasnya.
Tanpa menunggu lama, Jumat pekan pertama ia langsung menggelar _Jumat Curhat_ di Desa Lolu. "Kalau dari anggota, jelas dia akan lapor yang baik-baik saja. Dengan Jumat Curhat, saya bisa dapat langsung dari warga," kata Rudi.
Kepemimpinan Berbasis Iman dan Pelayanan
Rudi memulai hari dengan ibadah rumah tangga bersama istri, Imelda Christina Buganda, dan anak-anak di kediaman mereka di Jalan Karana, Palu Utara. Nilai itu ia bawa ke institusi.
Kepada anggota, ia selalu berpesan: jaga spiritual, rajin ibadah, dan tahu diri. "Kita ini pelayan masyarakat. Bukan pimpinan yang ada di situ."
Kerukunan Bukan Slogan
Soal toleransi di Biromaru, Rudi memberi contoh nyata. Saat Paskah Nasional V di Mako Brimob Biromaru, warga Muslim sukarela membantu pengamanan. Sebaliknya, saat MTQ, warga Nasrani Desa Jomogi ikut membantu persiapan dan kebersihan.
"Kerukunan di sini bukan slogan. Ini modal sosial yang harus dijaga," tegasnya.
Terbuka terhadap Kritik
Menanggapi kritik di media sosial, AKP Rudi tidak defensif. "Kritik pedas sekalipun, justru dari situ Polri bisa membangun. Kita berubah. Kita reformasi."
Ia juga menilai peran wartawan vital sebagai kontrol masyarakat. "Dari pemberitaan, masyarakat tahu bahwa hukum itu penting, bahwa negara ini negara hukum."
Prinsip: Tetap Melayani dengan Kasih
AKP Rudi menutup dengan prinsip yang selalu ia pegang: "Kami tidak melihat latar belakang seseorang. Sekalipun dia pernah bermasalah dengan kami, kami tetap menerima dengan kasih. Kalaupun kami salah, kami minta maaf."
AKP Rudi Cornelis memiliki tiga anak. Putri sulung Leoni Claudi Cornelis berprofesi apoteker di Apotek Kamonji. Putra kedua lulusan SKM bekerja di perusahaan swasta Morowali, dan si bungsu masih kelas empat SD. (Rif)

