Notification

×

Poros

Whats-App-Image-2023-04-03-at-18-46-33-1

Sport

iklan-admindesku

Indeks Berita

Whats-App-Image-2023-10-14-at-15-02-39-57158036

Hot Isue

Tag Terpopuler

Strong Point Pagi : Polisi Mengingatkan dengan Sapaan, Warga Diajak Tertib demi Selamat

Senin, 02 November 2026 | 10:51 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-02T02:51:45Z


Poros Sulteng-Sigi-Senin pagi (2/11/2026), jam ketika warga Sigi mulai berangkat beraktivitas, personel Satlantas Polres Sigi sudah berjaga di sejumlah persimpangan dalam kegiatan Strong Point. Wakapolres Sigi Kompol Wawan Setiyono, S.H., M.H., hadir memberikan arahan teknis dan memimpin doa bersama sebelum personel disebar ke titik-titik yang ramai.

Titik penjagaan itu berada di Jl. Guru Tua perempatan Karanjalemba, Jl. Guru Tua perempatan Kalukubula, dan Jl. Poros Palu–Kulawi perempatan Dolo.

Pagi itu lampu lalu lintas di perempatan Kalukubula tidak berfungsi. Kompol Wawan Setiyono bersama personel turun langsung mengatur arus kendaraan. Arus ramai, tetapi tetap lancar.

Di perempatan Dolo, yang tidak memiliki lampu lalu lintas, petugas mengatur kendaraan yang lalu-lalang sekaligus mengingatkan pengendara. Seorang pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor tanpa helm dihentikan sesaat, lalu diberi teguran dengan cara yang edukatif. Seorang pengendara lain membawa helm tetapi tidak memakainya, dan petugas mengingatkannya agar helm itu dipakai sebelum melanjutkan perjalanan.

Di perempatan yang sama terdapat lubang besar di badan Jl. Poros Palu–Kulawi. Lubang itu berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua, sehingga kewaspadaan di persimpangan ini menjadi penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Sigi Iptu Rahmat menjelaskan kepada wartawan di perempatan Dolo bahwa, sesuai arahan pimpinan, penjagaan pagi tidak boleh menghambat perjalanan warga. Menurutnya, kendaraan hanya dihentikan, untuk diedukasi terkait pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatannya, seperti tidak memakai helm, atau memakai helm namun tidak dikunci dengan benar, dan lainnya.

Karena itu, ujar Iptu Rahmat, mengedepankan edukasi dengan cara humanis.,harapannya, kesadaran pengendara tumbuh untuk tertib berlalu lintas. Tertib bukan sekadar soal disiplin, tetapi menyangkut keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan.

Ia menyebut pendekatan itu sebagai bukti komitmen bahwa Polisi Bersama Masyarakat. 

Reporter/Fotografer : Rif


 

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini