PorosSulteng–SIGI – Baru sepekan menjabat, Kapolsek Biromaru AKP Rudi Cornelis langsung menggelar _Jumat Curhat_ perdana di Kantor Desa Loru, Jumat 5 Juni 2026. Program dialog terbuka ini berlangsung pukul 09.00 - 11.30 WITA dan menjadi ajang pertama AKP Rudi bertatap muka dengan warga sejak resmi memimpin Polsek Biromaru, Polres Sigi.
Kegiatan dibuka dan ditutup Kepala Desa Loru, Aprianto, S.Sy. Dalam sambutannya, Aprianto mengapresiasi langkah cepat Kapolsek baru yang menjadikan Desa Loru sebagai lokasi pertama _Jumat Curhat_. “Kehadiran perdana pimpinan baru di forum warga adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Berbeda dari sosialisasi satu arah, _Jumat Curhat_ menitikberatkan pada tanya jawab langsung. Warga menyampaikan sejumlah persoalan, salah satunya terkait izin keramaian pesta yang menutup jalan umum.
Menanggapi hal itu, AKP Rudi Cornelis menjelaskan bahwa prosedur izin bukan untuk mempersulit, melainkan melindungi semua pihak, termasuk penyelenggara. Ia juga menegaskan pentingnya pembatasan waktu pesta guna mencegah dampak negatif minuman keras. “Banyak kejadian yang tidak diinginkan berawal dari pesta yang larut tanpa kendali,” tegas AKP Rudi.
Kanit Reskrim Polsek Biromaru, Iptu Syuaib S.Sos., memaparkan konsep _restorative justice_ sebagai pendekatan penyelesaian perkara yang mengutamakan pemulihan hubungan pelaku dan korban. Pendekatan ini dinilai relevan bagi warga desa yang kerap menghadapi konflik antartetangga.
Sementara itu, Panit Bimas Aiptu Budiman menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan pentingnya peran aktif masyarakat menjaga ketertiban lingkungan.
Turut hadir dalam forum tersebut Panit 2 Bimas Aiptu Abd. Mutalib, Kasi Humas Polsek Biromaru Aipda Ketut Sukartika, serta Bhabinkamtibmas Desa Loru Bripka Aziz. Dari unsur Desa Loru hadir Sekretaris Desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan warga.
Dalam wawancara terpisah sebelum acara, AKP Rudi sudah menjelaskan alasannya memilih langsung menggelar Jumat Curhat di pekan pertama bertugas. Ia tidak ingin mengandalkan laporan internal yang cenderung menyaring masalah sebelum sampai ke mejanya. "Kalau dari anggota, jelas dia akan lapor yang baik-baik saja. Yang bermasalah dia tutupi. Dengan Jumat Curhat, saya bisa dapat langsung dari warga," ujarnya.
Desa Loru adalah desa pertama. Masih ada desa-desa lain di wilayah Polsek Biromaru yang menunggu giliran. Bagi AKP Rudi, ini bukan program yang ia jalankan karena diperintahkan — ini cara ia membangun gambaran wilayah yang jujur, sebelum ia bisa berbuat sesuatu yang berguna di dalamnya. (Rif)

