PorosSulteng–Parigi Moutong,– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mencatat kekeringan meteorologis dan hidrologis melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong. Kondisi ini dipicu tidak adanya hujan sejak pertengahan Juni 2026.
Monitoring dilakukan pada Jumat, (21/08/2026). pukul 14.00 WITA di Kecamatan Mepanga, Bolano Lambunu, dan Tomini. Hasilnya menunjukkan ketersediaan air di sejumlah desa terus menurun dan berdampak langsung pada masyarakat serta sektor pertanian.
Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong melalui Pusdalops melaporkan, debit sumber air utama di Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga saat ini tersisa sekitar 25% dari kondisi normal. Akibatnya pasokan air bersih bagi warga sudah tidak maksimal.
Berdasarkan hasil pendataan, wilayah yang terdampak kekeringan meliputi:
1. Desa Kotaraya Induk, Kec. Mepanga
2. Desa Kotaraya Barat, Kec. Mepanga
3. Desa Kotaraya Timur, Kec. Mepanga
4. Desa Kotaraya Selatan, Kec. Mepanga
5. Desa Kotaraya Tenggara, Kec. Mepanga
6. Desa Kayu Agung, Kec. Mepanga
7. Desa Ogotion, Kec. Mepanga
8. Desa Anutapura, Kec. Bolano Lambunu
9. Desa Ambesia Barat, Kec. Tomini
Dampak ke Masyarakat dan Pertanian
Total luas lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak mencapai sekitar 1.400 Ha. Rinciannya:
- Desa Kayu Agung: 2 KK membutuhkan pasokan air bersih
- Desa Kotaraya Induk: sawah 100 Ha terdampak
- Desa Kotaraya Barat: sawah 100 Ha terdampak
- Desa Kotaraya Timur: sawah 400 Ha terdampak
- Desa Kotaraya Selatan: sawah 300 Ha terancam gagal panen
- Desa Kotaraya Tenggara: sawah 100 Ha terdampak
- Desa Ogotion: sawah 400 Ha terdampak
- Desa Anutapura: perkebunan 80 Ha terdampak
- Desa Ambesia Barat: perkebunan 20 Ha terdampak
Hingga pukul 17.35 WITA, situasi di wilayah terdampak masih kondusif. Namun masyarakat sangat membutuhkan penanganan cepat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong.
BPBD Parigi Moutong menilai perlu langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Bantuan yang mendesak dibutuhkan berupa pengadaan pompa air/alcon dan pengeboran sumur bor di titik-titik kritis.
Saat ini Tim Pusdalops BPBD, TRC BPBD Kabupaten Parigi Moutong, bersama aparat desa, Babinsa dan masyarakat terus melakukan peninjauan ke lokasi terdampak untuk pendataan lebih lanjut dan koordinasi penanganan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air dan segera melapor kepada pemerintah desa apabila terjadi kekurangan air bersih yang lebih parah.
Penulis: Syarifuddin
Editor: Wafiq saifullah




