PorosSulteng–Palu,– Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menghadiri Rapat Kunjungan Kerja Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi yang berlangsung di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (22/08/ 2026).
Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menegaskan komitmen Kementerian Kesehatan untuk memasifkan deteksi dini Tuberkulosis di Sulawesi Tengah. Kemenkes menyiapkan program Cek Kesehatan Gratis khusus TB di 508 lokasi yang tersebar di 13 kabupaten/kota se-Sulteng.
Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional CKG khusus TB di 53.335 titik se-Indonesia. Tujuannya untuk menekan estimasi 1,09 juta kasus TB nasional yang hingga 2025 baru terdeteksi sekitar 80 persen.
“Setiap kegiatan menyasar 100 orang. Kami juga menyiapkan anggaran operasional Rp7,5 juta per kegiatan dan membuka ruang pelibatan swasta serta perguruan tinggi untuk edukasi,” ujar Wamenkes.
Menanggapi pemaparan tersebut, Sekda Parigi Moutong Zulfinasran menyuarakan tantangan riil yang dihadapi daerahnya. Dengan bentangan garis pantai sepanjang 510 km dan ditopang tiga rumah sakit yaitu RSUD Anuntaloko, RSUD Raja Tombolotutu, dan RS Buluye Napoae, Parigi Moutong masih menghadapi masalah serius berupa ketimpangan distribusi tenaga kesehatan.
Untuk menekan angka mutasi nakes ke wilayah perkotaan, Zulfinasran mengusulkan dua solusi strategis kepada Wamenkes dan Gubernur Sulteng:
1. Pembangunan Rumah Dinas/Asrama Nakes
Memohon dukungan anggaran pusat untuk penyediaan hunian bagi tenaga kesehatan di area terpencil.
2. Sistem Rolling Berkala
Menerapkan regulasi rotasi tugas nakes secara berkala 1–2 tahun agar pelayanan kesehatan merata tanpa harus ada pengajuan mutasi permanen.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Parigi Moutong merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sulawesi Tengah. Sementara itu capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis di wilayah tersebut baru menyentuh angka 40 persen.
Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid menyambut baik masukan dari Parigi Moutong. Ia meminta seluruh Bupati/Wali Kota segera menginventarisasi persoalan kesehatan di wilayah masing-masing.
“Ibu Wakil Gubernur akan mendampingi langsung ke Jakarta untuk menghadap Pak Dirjen guna menjemput peluang program pembangunan puskesmas dan RSUD dari Presiden. Khusus penanganan TB, saya minta setiap kabupaten/kota membentuk Satgas TB untuk memperketat monitoring,” tegas Gubernur Anwar Hafid.
Rapat ini menjadi momentum sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penanganan TB serta pemerataan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah.




