PorosSulteng–Palu,– Menyongsong HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, ada sosok prajurit Tamtama berprestasi yang layak diteladani. Ia Praka Hardiman Purba, anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama di lingkup Kodam XXIII/Palaka Wira. Bermodal iman, kerendahan hati, dan kegemaran berlari, ia membawa nama satuan dan bangsa ke berbagai ajang lari lintas alam (trail run).
Wawancara berlangsung Senin pagi, 21 September 2026, di Markas Yonif 711/Raksatama, Jalan Emmy Saelan, Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.
Deretan prestasinya panjang. Ia meraih medali perak PON XXI Aceh-Sumut 2024 nomor jarak pendek putra 45 km dengan mewakili Provinsi Sulawesi Tengah. Ia juga juara 2 kategori Ultimate Expedition 60K Trail of the Kings Lake Toba by UTMB 2026, yang diikuti pelari mancanegara antara lain dari Inggris dan Hong Kong. Ia juara 2 Bontang International Ultra Trail 60K pada 2025 dan juara 1 kategori 60K BWK Ultra 2026 di Malino, Gowa. Untuk tingkat internasional, ia menyumbang medali perunggu beregu nomor short trail pada Southeast Asian Trail Running Cup (SEATRC) 2026 di kawasan Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat.
Semua bermula dari keluarga sederhana. Ia anak bungsu dari enam bersaudara, dan orang tuanya berprofesi sebagai petani di Medan. Ia menjadi prajurit TNI pertama di keluarganya setelah masuk TNI angkatan 2017.
"Dari kecil saya sudah bercita-cita menjadi anggota TNI, dan ingin dari keluarga besar Purba ada DNA TNI," tuturnya.
Bakat larinya tumbuh alami tanpa pelatihan khusus. Sejak SD ia menempuh sekitar 5 kilometer ke sekolah. "Kami ke sekolah jalan kaki, kalau tidak jalan kaki biasanya sambil lari," katanya.
Kejuaraan pertamanya ia ikuti setelah menjadi prajurit, saat masih berpangkat Prajurit Dua. Ajang itu Celebes Run di Palu pada 2018, dan di kategori 10 km ia naik podium sebagai juara 3. Ia lalu mengikuti seleksi lari trail 60 km untuk persiapan kejuaraan nasional di Sentul, Bogor, dan kembali naik podium. Pangkat Praka ia sandang sejak 2024.
Di SEATRC 2026, ajang yang diikuti atlet dari sejumlah negara Asia Tenggara antara lain Filipina, Malaysia, Singapura, dan Kamboja, ia bersama dua rekan dari kalangan sipil menyumbang perunggu beregu. Pada nomor perorangan, ia mengaku finis di posisi ke-10. Ia mengucap syukur atas kedua hasil itu.
Iman menjadi pegangan hidupnya. Salah satu foto dokumentasinya memperlihatkan ia berlutut berdoa di garis finis. Sebagai seorang Kristiani, ia teguh memegang nasihat orang tua.
"Setiap melaksanakan kegiatan, jangan pernah melupakan Tuhan. Selalu bawa nama Tuhan di setiap aktivitas apa pun," ujarnya.
Setiap podium ia maknai sebagai kebanggaan bagi satuan dan negara. "Satu kebanggaan buat kami sendiri, apalagi kami dapat membawa nama TNI, khususnya Batalyon 711 Raksatama dan Kodam XXIII/Palaka Wira, dan membawa nama Indonesia di kancah internasional," katanya.
Kepada rekan prajurit, ia tidak menunjukkan sikap lebih. Ia berharap lahir penerus dari satuannya. "Kami berharap ada adik-adik sebagai regenerasi penerus untuk membawa nama baik Batalyon 711 Raksatama maupun nama TNI di kancah nasional dan internasional," ucapnya.
Kepada anak muda yang ingin menjadi prajurit, ia berpesan agar serius berlatih dan belajar serta menyiapkan mental dan fisik. Bagi yang gagal, ia mengingatkan agar jangan patah semangat. "Kalah itu hal biasa, kalah berapa kali pun. Yang penting jangan pernah ada kata menyerah di dalam diri kita, karena di saat kita mengatakan menyerah, semua perjuangan yang kita usahakan akan berhenti sampai di situ," tegasnya.
Ia menyampaikan terima kasih atas Palaka Wira Run 8,1 K yang digelar Kodam XXIII/Palaka Wira menyambut HUT ke-81 TNI. Baginya, ajang itu menjadi contoh motivasi bagi anak muda yang ingin mendaftar TNI, karena terbuka peluang mencari prestasi di bidang olahraga.
Ketika ditanya tanggapannya bila prestasinya mendapat perhatian pimpinan dan berkesempatan mengikuti pendidikan untuk pengembangan karier, ia mengaku sangat berterima kasih kepada Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Di ujung wawancara, ia menegaskan pegangan hidupnya. "Yang pasti takut akan Tuhan," ucapnya.
(Rif)




